Foto ilustrasi: Tradisi Palang Pintu, kesenian yang menjadi khas setiap festival Betawi. (ist)

JAKARTA – Kawasan Condet telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan cagar buah-buahan asli Betawi di Jakarta. Kenyataannya, daerah Condet yang terdapat di Jakarta Timur mulaui tergusur karena kian derasnya arus modrenisasi.

Sesuai dengan Surat Keterangan (SK) Gubernur Tahun 74 tentang kawasan Condet ditetapkan sebagai cagar budaya, maka Kawasan Condet perlu dilestarikan keberadaannya agar tidak terlupakan.

Mengembalikan budaya dan aneka makanan dan buah-buahan asli Condet, maka selama dua hari kedepan akan digelar Festival Condet. Acara digelar mulai 29 Juli 2017 dan 30 Juli 2017 yang dilaksanakan di sepanjang jalan Raya Condet, Jakarta Timur.

Festival ini akan menampilkan beragam budaya Betawi. Ketua Yayasan Cagar Budaya Betawi Condet Iwan Setiawan mengatakan, sebagai orang asli Condet, ia merasa terpanggil untuk melestarikan budaya asli daerahnya itu.

“Adanya acara ini tentunya ingin menunjukan ke pada masyarakat bahwa di Condet masih ada budaya betawi, ada cagar budaya dan buahnya, dan keberadaannya harus diselamatkan. Ini juga termasuk untuk penekanan bagi pemerintah DKI agar Budaya Betawi Condet dihidupkan kembali,” kata Iwan Setiawan kepada wartawan, Kamis (27/7/2017).

Festival ini akan digelar sepanjang kurang lebih 500 meter, sepanjang Jalan Raya Condet. Nantinya terdapat 7 panggung kebudayaan, 100 tarian, 100 atraksi, 10 pawai Budaya Indonesia.

Budaya betawi akan ditampilkan mulai dari marawis, persilatan, kuliner condet seperti dodol condet, perlombaan azan, kirab budaya, band betawi, komunitas batu akik condet, pemutaran film betawi, lenong Betawi, dan abang none. (rn/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR