Candi_Muaro_Jambi
Salah satu sudut Candi Muaro Jambi. Candi ini sedang diupayakan menjadi warisan dunia.

Oleh: Ade Novembri

CANDI Muaro Jambi menjadi wisata andalan di Provinsi Jambi. Kompleks percandian agama Hindu-Buddha terluas di Asia Tenggara ini, sejak tahun 2009 telah dicalonkan ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia.

Untuk bisa sampai di situs percandian yang kemungkinan besar peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu ini, hanya butuh waktu sekitar setengah jam dari Kota Jambi. Jaraknya hanya 26 kilometer arah timur Kota Jambi.

Kompleks percandian Muaro Jambi mempunyai luas 12 kilometer persegi. Situs berisi 61 candi, yang sebagian besar masih berupa gundukan tanah (menapo) yang belum dikupas. Dalam kompleks percandian ini terdapat pula beberapa bangunan berpengaruh agama Hindu.

Di dalam kompleks tersebut tidak hanya terdapat candi tetapi juga ditemukan parit atau kanal kuno buatan manusia, kolam tempat penammpungan air serta gundukan tanah yang di dalamnya terdapat struktur bata kuno. Dalam kompleks tersebut minimal terdapat 85 buah menapo yang saat ini masih dimiliki oleh penduduk setempat.

Selain tinggalan yang berupa bangunan, dalam kompleks tersebut juga ditemukan arca prajnaparamita, dwarapala, gajahsimha, umpak batu, lesung batu, gong perunggu dengan tulisan Cina, mantra Buddhis yang ditulis pada kertas emas, keramik asing, tembikar, belanga besar dari perunggu, mata uang Cina, manik-manik, bata-bata bertulis, bergambar dan bertanda, fragmen pecahan arca batu, batu mulia serta fragmen besi dan perunggu.  Selain candi pada kompleks tersebut juga ditemukan gundukan tanah yang juga buatan manusia. Masyarakat setempat menyebut gunung kecil tersebut sebagai Bukit Sengalo.

Walau belum terlalu ramai, namun situs percandian ini sudah didatangi puluhan pengunjung tiap hari. Biasanya pengunjung akan membludak pada hari libur sekolah dan juga hari besar agama Budha. Biksu dari berbagai negara, termasuk dari India Tiongkok, kerap mendatangi kompleks percandian ini.

Kepala Badan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jambi, Winston Mambo, mengatakan Candi Muaro Jambi tinggal selangkah lagi menjadi warisan dunia. Dia bilang, agar jadi warisan dunia, candi ini harus ditetapkan dulu sebagai cagar budaya nasional.

Adapun yang juga masih harus dilengkapi agar menjadi warisan dunia, yang diperlu digali adalah latar belakang sejarah. Nantinya diharapkan candi Muaro Jambi menjadi warisan dunia, bukan hanya dari segi budaya tapi dari alaminya.

“Kalau sekarang sudah terdaftar di Unesco, tinggal meminta syarat dari pusat saja,” katanya.

Winston menjelaskan pentingnya Candi Muaro Jambi menjadi warisan dunia adalah kawasannya mempunyai peninggalan cagar budaya dan alamnya. Kedua, kawasan Candi ini pernah berfungsi tempat pendidikan agama Budha.

“Yang datang dari ke Muaro Jambi bukan orang lokal saja tapi juga dari luar negeri. Kawasan ini pada zamannya bisa dikatakan sebagai pusat kegiatan keagamaan,” jelasnya. (Ade Novembri/JAMBI)

 

TINGGALKAN KOMENTAR