Foto: Poster 'Hantu Mercusuar' (ist)

MEDAN – Aku makin tenggelam dalam bayangan ku sendiri. Semua itu karena hantu-hantu bayangan ku itu aku merasa tak berdaya.

Penjaga mercusuar dianggap gila oleh anak dan istrinya. Tapi ia tak peduli, sebab pekerjaan yang ia lakukan adalah pekerkerjaan mulia yang setiap orang belum tentu mau melakoninya, meski dibayar cukup mahal.

Penjaga mercusuar ini adalah seorang pemberani, berani berhadapan dengan apa saja. Tahan banting! walau banyak godaannya, bukan korupsi, suap dan sogok, atau rekening gendut yang siap disedot.

Berani berhadapan dengan malam yang gelap gulita mendengarkan suara-suara aneh dari mercusuar atau dari gelombang laut yang terbentang. Sekali waktu saat hujan dan badai tiba-tiba lampu mercusuar padam, ia tak berani masuk ke dalam mercusuar untuk memeriksa sekaligus menyalakan lampu kembali. Ia takut sampai pagi menjelang. Pagi tiba betapa ia terkejut melihat begitu banyak kapal yang terdampar serta kehilangan arah.

Buyung Bizard siap dengan pementasan monolog (ist)

Kesepian yang berkepanjangan membangun ilusi terhadap keinginan yang tertahan. Mencipta hantu-hantu nyata dan bayangan. Entah siapa yang bicara dari gelap malam. Siapa pula perempuan yang mendesah mengajaknya bercanda dan berdansa.

Ah! Untung ia seorang mantan jawara silat, jika tidak mungkin mati berdiri.

Itulah sinopsis monolog berjudul, ‘Hantu Mercusuar’ yang akan dimainkan, Buyung Bizard, Jumat (22/2/2019) Pukul 20.00 WIB.

Monolog karya Arswendo Atmowiloto  ini akan tampil dalam program Bengkel Monolog, sebagai program bulanan.

Buyung Bizard adalah aktor Teater Nasional Medan, yang juga pernah magang di Teater Keliling. Kini aktor gaek ini kembali rindu akan panggung teater.

Bagaimana aktingnya dalam monolog berdurasi 30 menit ini? Yok kita saksikan di Gedung Utama Taman Budaya Sumut (TBSU).(aba)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here