[dropcap color=”#888″ type=”square”]B[/dropcap]alai Arkeologi Yogyakarta melakukan penggalian dalam upaya untuk menemukan benteng Kota Lama Semarang. Penggalian sudah mulai dilakukan pada Jumat (5/9/2014), dan penggalian untuk menemukan salah satu sudut bastion. Yakni pojok bangunan berbentuk mata panah yang merupakan bagian dari benteng Kota Lama.

Penggalian dilakukan persis di belakang Kantor Perum Damri Semarang. Penggalian tersebut
Tim arkeolog yang berjumlah 9 orang, hari ini melakukan penggalian di lahan belakang Kantor Perum Damri Semarang. Pada tahun 2009, penelitian dan penggalian ini sebenarnya sudah mulai dilakukan di tempat yang sama.

Ketua Tim Penelitian Benteng Kota Lama Semarang, Novida Abbas menjelaskan, pada 2009 pihaknya berhasil menemukan bangunan menyerupai tembok besar. Tembok tersebut diyakini sebagai dinding benteng. Kemudian pada penggalian tahun 2013 menemukan salah satu sudut bastion (pojok).

Dia mengatakan, tim arkeolog menemukan bekas bangunan semacam tembok memanjang bersudut. Dengan lebar 60 cm, tinggi 60 cm, dan diperkuat fondasi dengan lebar sekitar 1,5 meter.

“Dari peta Kota Semarang tahun 1756, memperlihatkan gambar benteng dengan enam bastion mengelilingi Kota Lama. Lima bastion besar berbentuk mata panah, sementara satu bastion lebih kecil,” katanya.

Enam bastion itu yakni Bastion De Smith, Bastion De Zee, Bastion Ijzer, Bastion Hersteller, dan Bastion Amsterdam yang berbentuk mata panah. Dan satu lagi Bastion Ceylon yang berukuran lebih kecil.

Bastion menurutnya memiliki beberapa sudut. Pada penggalian 2013 lalu, pihaknya sudah menemukan satu sudut. Tahun ini berusaha untuk mencari satu sudut lagi. Jika dua sudut sudah ketemu, maka bisa dipastikan bangunan semacam tembok itu benteng Kota Lama.

Novida mengatakan, penggalian tahun ini sangat menentukan untuk memastikan keberadaan benetng Kota Lama. Meskipun hanya bisa menemukan satu dari enam bastion yang menjadi bagian benteng zaman Belanda itu.

“Penentuan lokasi penggalian dari hasil overlay (tumpang susun) peta kuno tahun 1756 dengan foto hasil pencitraan udara. Yang kami gali ini (lahan belakang Perum Damri) adalah titik Bastion De Smith,” paparnya.

Sebenarnya, katanya, titik-titik yang diperkirakan letak enam bastion sudah ditemukan. Tetapi yang memungkinkan untuk digali hanya satu bastion, yakni De Smith. Karena lokasi di bekalang Kantor Perum Damri Semarang ini masih berupa lahan kosong. “Untuk titik-titik bastion yang lain tidak memungkinkan untuk digali, karena sudah ada bangunannya. Antara lain bangunan gudang, terminal angkutan kota, Taman Bubakan, dan perkantoran,” bebernya.

Penggalian arkeologi ini rencananya akan dilakukan sampai 13 September 2014. Dengan kedalaman galian maksimal sekitar 2,5 meter. (gardo)

TINGGALKAN KOMENTAR