Benda purbakala Gunung Tangkil (ist)

SEJUMLAH yang diduga benda sejarah di kawasan situs purbakala Gunung Tangkil di Kampung Pasir Badag, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabum, Jawa barat kini terancam. Kalau tidak diamankan, ditakutkan oknum warga yang menjualbelikan benda-benda berharga kepada pihak lainnya.

Benda purbakala Gunung Tangkil (ist)
Benda purbakala Gunung Tangkil (ist)

Demikian dikatakan, Ketua Tim Mitra Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sukabumi, Fajar Laksana, Sabtu (9/1/2016) mendesak agar pemkab segera mengamankan sejumlah benda di kawasan situs purbakala Gunung Tangkil di Kampung Pasir Badag, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi

“Kami mendasak agar Pemkab Sukabumi segera menyelamatkan situs bersejarah dari aksi penjarahan. Ini merupakan bentuk penyelamatan sejumlah peninggalan bersejarah dari oknum warga yang tidak bertanggungjawab,” kata Fajar Laksana, Sabtu (9/1/2016).

Penggalian cagar budaya bersejarah di kawasan Hutan Lindung Sukawayana itu, kata Fajar laksana dikhawatirkan semakin meningkat seiring ditemukannya sejumlah benda purbakala.

Belasan lubang penggalian ditemukan di kawasan itu. “Kami mengkhawatirkan sejumlah benda purbakala yang masih berada di kawasan situs gunung Tangkil habis dijarah,” kata ketua komunitas Kujang itu.

Selain mendesak Pemkab Sukabumi mengamankan areal sebelas situs yang kini terancam hilang, kata Fajar Laksana, pihaknya juga berharap dibangun museum.

Kebaradaan museum tersebut, sangat penting karena museum tidak hanya akan dijadikan penyimpanan benda-benda bersejarah, tapi bisa dijadikan arena belajar para siswa.

“Keberadaan museum sangat penting bagi generasi muda. Karena museum yang menyimpan benda-benda bersejarah dapat dipelajari. Terutama bagi para pelajar dan mahasiswa,” katanya

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sukabumi, Ahmad Riyadi, mengatakan telah menurunkan tim untuk melakukan serangkaian penelitian terhadap reruntuhan batu dan arca batu di lokasi yang diduga merupakan reruntuhan candi.

Dari penelitian yang dilakukan petugas Disporabudpora itu, telah ditemukan ribuan batu pipih dan berarsir yang berserakan di lokasi situs tersebut

“Benda-benda yang akan dijadikan sample penelitian kini telah diamankan. Kami khawatir benda-benda tersebut dijarah oknum warga untuk kepentingan pribadi. Seluruh benda di situs Gunung Tangkil kini berada di kantor kami,” katanya.

Bebatuan yang berada tidak jauh dari pesisir pantai Palabuhanratu itu, diduga merupakan bekas reruntuhan candi. Dibantu tim Identifikasi dan Penyelamatan Cagar Budaya, Musium Nasional Prabu Siliwangi, tim Disparbudpora tidak hanya mengambil sejumlah benda dari reruntuhan yang akan dijadikan sample obyek penelitian, tapi sempat mengamankan beberapa benda menyerupai arca batu di lokasi reruntuhan.

Langkah pengamanan sejumlah benda, kata Ahmad Riyadi, merupakan tindak lanjut kedatangan petugas dari sejumlah tim dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) wilayah Banten ke lokasi Gunung Tangkil.

Tim tidak hanya akan melakukan serangkaian penelitian, tapi akan melakukan seminar. Pembahasan tidak hanya terkait keberadaan candi di kawasan itu. (gr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here