Foto: Pahatan Granit Aliran Air Suci Lingga Abad 12. (ist)

MEDAN – Temuan oleh warga pada 1 Mei 2018 di sektor Pekong Situs Kota China Medan Marelan ini, mengejutkan. Menurut arkeolog Inggris, Dr. Edmund Edwards Mckinnon, dalam bahasa Inggris benda ini disebut Spout, tempat aliran air pemujaan di kuil/candi.

Terbuat dari batu granit dengan berat 100 KG panjang 1 meter, menurut Mckinnon ini merupakan temuan architectural feature yang penting dari adanya Yoni /Lingga dan tempat peribadatan yang berukuran besar di situs Kota China. Model Spout kuno seperti ini menurut Mckinnon sampai sekarang belum ditemukannya dalam literatur Hindu /Syiwa.

Foto: Pahatan Granit Aliran Air Suci Lingga Abad 12. (ist)

Artefak ini tidak pernah ditemukan arkeolog dunia lainnya yang pernah meneliti Kota China, baik oleh Mckinnon sejak 40 tahun lalu, John Micksic sejak 30 tahun lalu maupun Daniel Perred sejak tahun 2010 sampai sekarang. Sayangnya bagian lain, Yoni maupun Tatakannya belum ditemukan.

Terpisahnya artefak ini dari Lingga pasangannya, merupakan bagian dari misteri situs Kota China. Siapa kapan dan mengapa situs internasional ini diserang dan dihancurkan di masa lalu?

Foto: Pahatan Granit Aliran Air Suci Lingga Abad 12 . (ist)

Artefak ini diserahkan warga yang menemukannya dengan imbalan ke dan menjadi koleksi Museum Situs Kota China. Penelitian lebih lanjut atas temuan ini akan terus dilakukan dan selama 3 hari dari tanggal 11 sampai 13 Mei 2018 artefak ini turut dipamerkan di Museum Kota China bersama benda benda langka yang belum diungkap ke publik.

Pameran ini bagian dari kegiatan Teater Rumah Mata yang di fasilitasi oleh Direktorat Kesenian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta. (Ichwan Azhari/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR