Ilustrasi Foto Bali Buleleng Dive Festival (ist)

SEKTOR pariwisata Bali menyumbang 40 persen jumlah total kunjungan wisatawan mancanegara. Sayangnya, pemerataan jumlah wisatawan yang datang ke Bali ternyata hanya fokus di daerah Bali bagian Selatan, sementara Bali bagian Utara masih jadi destinasi pilihan kedua para wisatawan yang berkunjung ke Bali disebabkan kurangnya infrastruktur yang mempermudah wisatawan.

Ilustrasi Foto Bali Buleleng Dive Festival (ist)
Ilustrasi Foto Bali Buleleng Dive Festival (ist)

Untuk menggenjot potensi Bali Utara, salah satu strateginya adalah dengan mengembangkan wisata bahari sebagai daya tarik promosi wisata Bali bagian Utara. Sebab potensi sumber daya alam yang dimiliki Bali bagian Utara ternyata tidak kalah cantiknya dengan Bali bagian Selatan yang sudah sangat terkenal di mancanegara.

Untuk itu, Pemerintah kabupaten Buleleng pun menggelar “Bali Buleleng Dive Festival” yang akan diselenggarakan di Teluk Pemuteran, Buleleng pada 23-26 Oktober 2015 mendatang. Upaya tersebut sebagai langkah mempromosikan kekayaan biota bawah laut Buleleng.

“Yang pasti potensi Buleleng dan wisata Bali bagian utara tak kalah dengan potensi Bali bagian selatan. Karena Buleleng punya potensi yang besar di bawah lautnya, dan itu belum tergali dengan sempurna. Oleh sebab itu, pihak Kementerian Pariwisata mendukung penuh promosi wisata bahari yang diadakan Kabupaten Buleleng agar terjadi pemerataan kunjungan wisata antara Bali bagian Utara dan Bali bagian Selatan,” ungkap Menteri Pariwisata, Arief Yahya, di Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Kamis (15/10) lalu.

Lebih lanjut dijelaskan Arief, selain mengembangkan potensi wisata Bali bagian Utara sebagai destinasi unggulan seperti wisata Bali bagian Selatan, pihaknya juga akan terus berusaha mempercepat pembangunan sarana dan prasarana pendukung bersama kementerian terkait, dengan membangun jalan tol dan juga bandara yang ada di daerah Bali bagian Utara.
“Saya sendiri sudah pernah datang ke Buleleng dan melihat keindahan alamnya di sana. Memang selama ini yang jadi kendala adalah fasilitas di Bali bagian utara belum selengkap Bali bagian selatan. Oleh sebab itu, saya akan berusaha mendorong pemerintah untuk segera mempercepat pembangunan jalan pintas dan jalan cepat (tol) agar mempermudah akses ke sana. Selain itu, kami juga berusaha akan membuat Bandara di Bali bagian Utara karena Bandara Ngurah Rai dirasa sudah melebihi kapasitasnya. Selain itu, dengan adanya bandara diharapkan akan memeratakan potensi wisatawan yang datang ke Bali,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyanya, meyakini dengan gelarn “Bali Buleleng Dave Festival” bisa meningkakan kunjungan wisata ke Bali bagian Utara. Terlebih saat ni warga Buleleng semakin menyadari manfaat pariwisata terhadap kesejahteraan warga.

“Buleleng itu bervariasi, ada air terjun, danau, pantai dan bawah laut. Apalagi, kita wilayah paling luas hampir sepertiga Bali. Masyarakat jug sudah sadar pariwisata, terbukti dengan pelestarian terumbu karang yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Oleh sebab itu kami siap menyelenggarakan festival bahari ini,” jelas Putua Agus.
Dalam ‘Bali Buleleng Dave Festival’ akan diisi oleh berbagai acara menarik seperti agenda kegiatan underwater (menyelam), pemandangan bio rock, workshop, pameran, kuliner dan masih banyak lagi yang tujuannya tetap berusaha meningkatkan potensi wisata bahari di Indonesia.(Nenny Sembiring)

TINGGALKAN KOMENTAR