Kecepatan tangan mengunting kertas hitam dalam menangkap objek bayangan yang akan dilukis menjadi ciri khas Arif Sultoni. Tak ayal, dalam tempo 1 menit dan paling lama 2 menit objek yang dilukisnya dapat diselesaikan dengan sempurna. Kecepatan dalam menangkap bayangan inilah membuat seniman yang suka mengeluti semua bidang seni, termasuk seni lukis, seni pahat, desain dan kontruksi produk kreatif ini, layak dicatat dalam  Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

toni  siluet (4)

Sekali waktum ketika Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Mari Elka Pangestu datang ke Anjungan Sumatera Utara Taman Mini Indonesia Indah (TMII) bersama rombongan dari UNESCO, Arif melukis siluet wajah Ibu Menteri sambil berjalan. Meski tidak dicatat, namun pelukis Awang, rekanya sesama seniman di Desa Seni dan Kerajinan, Taman Kaktus, TMII mencatatnya.

“Saya mencatat, ketika itu Toni (panggilan akrab Arif Sultoni-red) mampu menyelesaikan lukisan siluet Ibu Menteri Mari Elka, dengan waktu 24 detik,” kata Awang, kepada gapuranews saat berbincang di gallery lukisan di TMII, Kamis (20/3/2013).

Menanggapi itu, Toni hanya tertawa kecil. “Ah, saya tidak mencatatnya. Hanya teman-teman saja yang mencatat,” kata Toni.

Pelukis dan pemusik Yan Harahap pun menimpali obrolan para seniman itu, “Toni sudah layak dicatat dalam Muri,” katanya. Alasan Yan Harahap, yakni Toni mampu membikin siluet dalam waktu 24 detik. “Kalau untuk Indonesia, yang saya ketahui baru Toni yang tercepat,” papar Yan Harahap.

Toni menekuni dunia siluet sejak tahun 1986, karirnya dimulai dari luar TMII. Enam bulan kemudian, diberi kesempatan mengembangkan bakatnya di sanggar di Desa Seni TMII, Jakarta Timur.

toni siluet bergerak-2

Toni menututurkan, bahwa membuat siluet wajah adalah sebuah kekuatan dalam menuangkan kontur setiap orang yang berbeda dalam kertas yang terbatas. Digunting tanpa sket. Seniman “black paper cutting” ini pun lalu dengan kecepatan tanganya mengunting kertas untuk melukis siluet wajah.

Setiap orang punya kontur yang berbeda. Itulah yang kita tangkap, baru digunting. Nah, guntingan tersebut harus sesuai dengan kontur asli orang. Dengan kontur yang sama karakteristik seseorang—lekukannya—menentukan identitas seseorang tersebut.
“Saya memang bukan yang pertama, tapi yang tercepat menurut teman-teman. Paling lama dua menit. Saya pernah membikin siluet 110 siluet dalam 3 jam di sebuah acara ulang tahun seorang anak,” paparnya.

toto siluet4

Melukis siluet wajah, kata Toni, tidak mesti harus kertas berwarna hitam. “Gunting dan kertas berwarna—kebanyakan warna yang digunakan adalah hitam. Bisa saja, kok, menggunakan kertas warna lain,” katanya.

Sebagiaman seniman kebanyakan lainnya, Toni juga muncul sebagai seniman otodidak, namun dirinya getol mempelajari semua seni. “Saya mendalami semua bidang seni, termasuk seni lukis, seni pahat, desain dan kontruksi produk kreatif, dan lain-lain. Saya tidak pernah membatasi diri. Siluet memang menjadi main job saya, tapi saya kerjakan apa yang saya bisa saja,” ungkapnya.

toni  siluet (2)

Biar dengan cepat membuat siluet, namun tak jarang juga mendapat tantangan dalam melakukan kreatifitasnya. Tantangannya adalah ketika objeknya bergerak. “Cuma gerakan orang itu saja saat digambar. Otomatis kalau posisi orang tersebut berubah, proyeksinya juga berubah. Makanya sebelum orang itu bergerak, kita harus menangkap proyeksi orang itu dengan cepat dan persis,” tutupnya. (gardo)

 Foto-foto : Amellius Rasyid dan Koleksi Pribadi

 

TINGGALKAN KOMENTAR