BOGOR – Rida Nurdiani, S.Pd. adalah penulis aktif Kota Bogor terutama bidang puisi dan literasi. Pekerjaan pokoknya adalah ASN guru di SMPN 20 Kota Bogor.

Aktif juga membaca puisi jika ada undangan temu penyair Indonesia baik di Bengkulu, Jogjakarta, Bandung dan kota-kota lainnya apalagi di Bogor sangat akrab dengan Corong RRI Bogor.

Ada dua puisinya yang tergabung di Buku Antologi Puisi 101 Penyair Nusantara.
Buku itu betjudul ‘Marhaban ya Ramadhan’ Penerbit Perkumpulan Rumah Seni Asnur Depok tahun terbit 2018.

Seluruh puisi dalam buku itu adalah seleksi dari ratusan karya yang dikirimkan ke koordinator sekaligus Ketua Umum sanggar yakni Asrizal Noor.

Rida Nurdiani, S.Pd. (ist)

Tentu saja buku diberi pengantar oleh Prof. Dr. Abdul Hadi WM sebagai guru besar dan penyairvsufi terkemuka sehingga meyakinkan puisi yang masuk di buku antologi ini teruji dan layak tampil.

Juga diberi catatan khusus oleh penyair terkemuka juga di Indonesia, selain dosen pernah di media Republika yaitu Ahmadun Yosi Herfanda.

Dalam buku tersebut juga dimuat puisi karya budayawan Bogor Rd. Ace Sumanta berjudul ‘Marhaban ya Ramadhan, Rumahku Kuburku dan Do’a Malam Idul Fitri’. Tiga puisi itu juga menggambarkan kebahagiaan, renungan, dan ke rinduan kepada Yang Maha Suci.

Dalam tulisan ini, akan menurunkan puisi karya Rida Nurdiani, Alumni FKIP Unpak Bogor yang juga pimpinan Forum Sastra Bogor.

Dua judul puisi karya Rida Nurdiani adalah, ‘Menjelang Senja Ramadhan dan Zikir Pagi’. Ada di halaman 214-215. Tapi yang akan ditampilkan satu puisi.

MENJELANG SENJA RAMADHAN

Kupanggil nama-Mu, Allahuakbar
Gema yang tak membatasi cahaya
Langit Pajajaran kembali sunyi senyap
Setelah sahur tiba
Gelisah dalam bingkai do’a terucap di hati
Air mata sudah tak lagi jawaban.

Kaca takdir itu mengingatkan kita asal mula bumi tiada
Cermin retak menjadi jawaban untuk tetap sabar di tengah guncangan perasaan
Kabut pagi telah menjadikan embun sebagai sahabat kesetiaan
Ketika luka datang dan pergi
Bahagia dan ketulusan kehidupan menjadikan sajadah terhampar di padang lapang.

Surga-Mu tetap ada
Ramadhan dinanti
Khusuk pun tergenggam.

(SMPN 20 Bogor, 10 Maret 2018).

Sebagai penulis tidak akan mengungkap rahasia indahnya kata-kata dalam seuntai kalimat menuju kesatuan bait terpadu. Silakan pembaca bisa multitafsir.

Senantiasa menjadi renungan untuk menambah kekuatan kita dalam beribadah di bulan suci Ramadhan 2019. (**/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here