[dropcap color=”#888″ type=”square”]S[/dropcap]udah ke-9 kalinya Pemerintah Kota (pemkot) Bandung memberikan anugerah budaya kepada individu atau lembaga lewat hasil karya yang berkualitas telah berjasa dengan mengharumkan nama Kota Bandung ke arah yang lebih luas. Kegiatan ini dimulai pada tahun 2006 lalu.

Budayawan dan lembaga yang menerima Anugerah Budaya 2014 yakni, Adang S (Sastra), Chaidar Alwasilah (Pemikir Budaya), Dibyo Hartono (Heritage), Dwiki Dharmawan (Musik), Ida Widawati (Karawitan), Iman Soleh (Teater), Sunaryo (Senirupa), Yetty Mamat (Tari), Mohammad Zaini Alief (Permainan Tradisional), Paduan Suara Mahasiswa Unpad (Lembaga Pendidikan Berbasis Sunda), Sanggar Olah Seni “Babakan Siliwangi” (Senirupa), dan Yayasan Atikan Sunda (Lembaga Pendidikan Berbasis Sunda).

Anugerah Budaya 2014 disampaikan Walikota Bandung Ridwan Kamil, di Gedung Sunan Ambu, STSI Bandung, Jalan Buah Batu, Bandung, Minggu (14/9/2014). Acara dihadiri para tokoh Jawa Barat Uu Rukmana, Djoko Hendrarto (Dirut PR) dan Rudi Ramdan (Dandim).

Ridwan Kamil mengatakan, enam puluh persen kota Bandung dihuni oleh anak muda dengan karakter yang kreatif dan suka berkolaborasi didukung kondisi alam yang sejuk. Karena karakter itu, kota Bandung bukan lagi dikenal sebagai kota secara geografis tetapi kota yang “dikangeni” karena warganya kreatif dan menciptakan hal-hal baru. Hal ini sejalan semangat membangun kota di masa depan yang tidak hanya mengandalkan pemerintah tetapi melibatkan masyarakatnya.

“Karakter kolaborasi itu menjadi nilai Bandung yang datang dari sosiologis dan kultural budaya. Hal ini akan saya bawa terus untuk disampaikan ke mana pun sebagai pesan-pesan kota Bandung untuk para walikota dunia. Sebab kalau Kalau membangun kota Bandung menjadi kota modern, hanya akan seperti Jakarta, Singapura, atau Hongkong tapi kalau sudah menunjukkan urusan identitas dan hal-hal yang kultural maka Bandung harus juara,” katanya.

DESAIN BATIK

Dalam kesempatan itu juga pemenang Sayembara Desain Batik (SDB). Sayembara Desain Batik Bandung diikuti 89 peserta. Jumlah karya sayembara sebanyak 117 dengan dewan juri Yanyan Sunarya (ITB), Komarudin (Batik Komar), dan Herry Dim (Perupa). Penjurian dilakukan tiga tahap, klarifikasi umum, klarifikasi khusus, dan final.

Pemenang Sayembara Desain Batik adalah Nur Wenti Solihat dengan judul desain “Lestarikan Bandungku” (Juara I), Faridah Nur Jannah (“Si Eksotik Ikon Bandung”/Juara II), Melati Mutia (“Batik Bandung”/Juara III), Bonie Sudarso (“Bandung Nirmala”/Juara Harapan I), dan Teja Lintas (“Taman Cirebon”/Juara Harapan II). (pr/klm/gr)

Foto: ist

TINGGALKAN KOMENTAR