Foto Ilustrasi Udjo Angklung (ist)

TEROR masih menghantui kota Paris, akan tetapi tim Saung Angklung Udjo akan tetap akan tampil sesuai jadwal di gedung Theatre Odeon de l’Europe, Paris, Selasa (17/11/2015) . Padahal teror ISIS   pada Jumat malam (13/11/2015) baru saja terjadi.

Foto Ilustrasi Udjo Angklung (ist)
Foto Ilustrasi Udjo Angklung (ist)

Tim kesenian Saung Angklung Udjo ini tampil dalam rangka memperingati lima tahun angklung dinobatkan sebagai warisan dunia oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-70 badan PBB yang bermarkas di Paris, Prancis.

Sebanyak 30 orang anggota tim kesenian Saung Angklung Udjo yang dipimpin langsung oleh Sam Udjo tiba di Bandara Charles de Gaulle pada Minggu pagi hari.

Mereka disambut Dubes UNESCO Fauzi Soelaiman beserta, istri Bonita Soelaiman, di Hotel Paris Central, Eiffel Tower, Minggu malam.

“Alhamdulillah kami sudah sampai dengan selamat di Paris dan tidak mengalami kesulitan apa-apa. Semua berjalan lancar, begitu pun saat pemeriksaan imigrasi,” ujar Sam Udjo.

Kedatangan tim kesenian angklung Saung Angklung Udjo ini pada saat Paris sedang berkabung dengan adanya aksi teror yang menewaskan lebih dari 120 korban sipil tidak berdosa di beberapa lokasi di Paris.

Menurut Sam Udjo, mereka sempat merasa khawatir dengan keamanan di Paris, tetapi mereka tetap siap menggelar pertunjukan.

Banyak orang tua merasa khawatir karena sebagian besar tim kesenian angklung Saung Angklung Udjo berusia antara 13 sampai 17 tahun.

Sementara itu, Dubes UNESCO Fauzi Soelaiman mengatakan, kehadiran tim kesenian Saung Angklung Udjo adalah dalam rangka memperingati lima tahun angklung dinobatkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO.

“Saya ingin angklung bisa tampil di Paris, di mana terdapat markas UNESCO yang telah menetapkan angklung menjadi Warisan Budaya Dunia (The Intangible Heritage) oleh UNESCO,” ujarnya.

Ia mengatakan, penetapan alat musik angklung ini menyusul wayang, keris, dan batik yang telah terlebih dulu ditetapkan sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia oleh badan PBB itu.

Pengukuhan angklung sebagai warisan budaya dunia dilakukan oleh UNESCO di Nairobi, Kenya, 18 November 2010.

UNESCO menetapkan angklung sebagai “Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity” (Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia).

Lawatan tim kesenian Saung Angklung Udjo ke Paris, Perancis, mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dan akan tampil di gedung Theatre Odeon de l’Europe yang terletak di dekat kebun Luksemburg dan istana di Paris Left Bank.

The Odéon Teater pertama dibuka pada tahun 1782 untuk rumah teater nasional Perancis, Comédie Française, dan merupakan contoh yang sangat baik arsitektur abad ke-18, yang sering menampilkan berbagai kesenian dari Eropa.

The Odéon selalu terkait erat dengan negara Perancis dan sekarang menjadi salah satu dari enam bioskop nasional di Perancis yang sepenuhnya didanai oleh Departemen Kebudayaan.

Pada tahun 1990, Odeon menjadi Théâtre de l’Europe untuk melakukan misi membina proyek bersama dengan direktur panggung, aktor, dramawan, dan tokoh-tokoh lain yang terlibat dalam seni dramatis di Eropa, yang menyajikan karya-karya baru dan bernapas kehidupan baru ke Eropa sebagai warisan seni. (gr)

TINGGALKAN KOMENTAR