Temu sastrawan Mitra Praja Utama (MPU) ke X berlangsung di Kupang (ist)

TEMU sastrawan Mitra Praja Utama (MPU) ke X berlangsung di Kupang, NTT, 15-8 Oktober 2015. Diikuti 90 sastrawan dari sepuluh provinsi, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, NTT, NTB, Lampung, dan Bali.

Temu  sastrawan  Mitra Praja Utama (MPU) ke X berlangsung di Kupang (ist)
Temu sastrawan Mitra Praja Utama (MPU) ke X berlangsung di Kupang (ist)

Temu sastrawan MPU merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan secara bergiliran di 10 provinsi anggota MPU.
Johanes Hani, panitia penyelenggara, menyebutkan, pertemuan MPU kali ini bertema”Sastra Meretas Perbedaan.” Dimaksudkan sebagai bagian dari usaha menghargai keberegaman Indonesia.

Pertemuan tersebut diisi dengan seminar, pertunjukan dan melakukan kunjungan ke desa Oeekam, tempat berdirinya sebuah pesantren di tengah pemukiman warga Kristen.

Seminar menampilkan pembicara Yusri Fajar dan Marsel Robot, dua oenganat sastra yang membahas tentang sastra dan masyarakat multikultural.

Karya para sastrawan MPU diterbitkan dalam dua antologi “Tonggak Tegak Toleransi” dan “Indahnya Perbedaan di Tenggara Nusantara, ” berisi puisi dan cerita pendek.

Peserta dari Jakarta penyair Ahmadun Yosi Herfanda, Fikar W. Eda, Pudji Indriasni, dan Yahya Syah Putra. Dari Bali antara lain penyair Tan Lio Ie, dari Jateng Wijank Warek, Chavcay Syaifullah dari Banten dan lain-lain.(fwd/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR