Foto ilustrasi: Salah satu kegiatan Festival Keraton. (ist)

CIREBON – Festival Keraton Nusantara (FKN) 2017 di Cirebon, Jawa Barat, akan dibuka hari ini, Jumat (15/9/2017). Sedikitnya, 50 keraton senusantara dan 100 peninjau dari 150 keraton dipastikan hadir di acara yang digelar 15-20 September 2017. Keraton Kasepuhan sebagai tuan rumah FKN XI langsung pasang kuda-kuda untuk menerima tamu yang jumlahnya mencapai 10 ribu orang.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti mengatakan, tahun ini Kota Cirebon menjadi tuan rumah FKN yang kedua kali. Sebelumnya, Cirebon pernah menjadi tuan rumah pada FKN II Tahun 1997 yang dibuka Wakil Presiden RI Try Sutrisno yang masih menjabat kala itu.

“FKN sendiri berawal dari Festival Keraton se-Jawa yang diadakan di Solo pada 1992. Kegiatan ini kemudian dikembangkan menjadi Festival Keraton Nusantara (FKN). Awalnya FKN digelar untuk pertama kalinya pada 1995 di Yogyakarta dengan diikuti 20 utusan keraton/istana dari beberapa kerajaan yang ada di Indonesia. Dan kali ini pesertanya sudah sampai ratusan,” ujar Esthy yang didampingi Kabid Wisata Budaya Wawan Gunawan di Jakarta.

Pelestarian budaya ini dirasa sangat perlu. Misinya untuk mengenalkan adat tradisi dan budaya keraton yang bernilai luhur. Ini juga sekaligus melestarikan benda-benda peninggalan sejarah dan purbakala sebagai aset. “Jadi bukan hanya pada bangunan saja. Pengembangan dan pemanfaatan budaya juga ikut disentuh sehingga ada nilai-nilai yang bermanfaat,” tambahnya.

Untuk urusan kesultanan, kebetulan Indonesia punya banyak potensi. Dari mulai Jogja, Solo atau Palembang, semuanya punya kesultanan. Museumnya bahkan ada dengan aktivitas masing-masing. “Peninggalan bangunan kesultanan atau keraton menjadi bagian dari atraksi dan menjadi tarik bagi wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Indonesia, serta untuk dikenalkan kembali sejarah dan budaya kita” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Wawan Gunawan menjamin even ini bakal sangat menghibur. Dalam FKN ini akan ada beberapa pagelaran seni dan budaya bernuansa keraton seperti Kirab Agung Prajurit Keraton, Pagelaran Kesenian Keraton, Pagelaran Upacara Adat Keraton, Pagelaran Busana Keraton, Pameran Benda-Benda Pusaka Keraton, Pertemuan Raja/Sultan Nusantara.

“Ada juga Peresmian Museum Pusaka Keraton Kasepuhan yang rencananya diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo. Untuk Lokasi acara dipusatkan di berbagai tempat seperti Goa Sunyaragi, Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman dan beberapa hotel di Cirebon,” katanya.

Untuk urusan wisata, Cirebon dinilai sangat sangat strategis. Potensi wisatanya lengkap, punya budaya, alam, religi, kuliner dan sejarah yang kuat. Kami siap mendukung promosi ke seluruh Indonesia dan luar negeri, terkait festival ini.

Faktanya, Cirebon memang punya segalanya. Saat mendengar Cirebon, pikiran langsung menerawang ke Kota Udang, Batik Trusmi, Nasi Jamblang, Empal Genthong, Tahu Genjrot, Sunan Gunung Jati. Semua tidak ada yang salah. Semua khas Cirebon.

Nah, kekayaan inilah yang ingin diangkat Kemenpar. Kemenpar ingin, Cirebon juga ikut dikenal dunia. Hal yang sangat mungkin bisa diraih mengingat dari sisi transportasi, jalur daratnya sudah bisa dilalui tol Cipali. Belum lagi akses rel kereta double track Jakarta-Cirebon, Yogyakarta-Cirebon dan Semarang-Cirebon. Setidaknya ada 200 perjalanan kereta yang melintasi kota Cirebon.

“Karenanya targetnya pun harus tinggi. Saya yakin festival ini bisa menggiring banyak wisatawan ke Cirebon,” kata Wawan. (Rayza Nirwan)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR