-RINDUMU RINDUKU-

Nuyang Jaimee (ist)
Nuyang Jaimee (ist)

rindumu semakin besar padaku
karena terasa sesak dadaku
menahan rinduku padamu

‘Nuyangjaimee’
bandungsebelumkeberangkatan
06.05.14/20.27

-MENCINTAIMU I-

Mencintaimu
Seperti aku menggenggam

: Rembulan!

:’Nuyangjaimee’
Jakarta,
29.07.14/01.04

-MENCINTAIMU II-

Mencintaimu
Seperti aku membakar
: Matahari

‘Nuyangjaimee’
Bandung Terakhir
06.08.14/18.16

SETIAKU-

Digigir gelisahku
Kubawa rindu tuk berlabuh
Aku masih teguh

Tak perlu badai itu
Untuk menguji Setiaku

‘Nuyangjaimee’
03.06.14/20.46

-DETIK-

Setiap detik melangkah menujumu
Tak perduli kau dimana
Merangkum senyummu
Seperti melukis pelangi di tengah samudra

SayangkuÂ…
-kau di mana?-

‘Nuyang jaimee’
29.10.14/18.05

Biogrfi Penulis
N U Y A N G  J A I M E E

Nuyang Jaimee, lahir di Jakarta 31 Maret 1977. Penulis yang melalui pendidikan Madrasah Tsanawiyah As-Shiddiqiyah, Kebon Jeruk, Jakarta-Barat, kemudian di Madrasah Aliyah AL-Hamidiyah, Depok-Sawangan, Bogor ini, pernah mengenyam pendidikan terakhir di Universitas Jayabaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Hubungan Internasional.

Ibu dari dua orang putra yang keseharian menjadi ibu rumah tangga ini telah menekuni dunia sastra bermula dari terjun ke dunia teater di tahun 2000an, lalu beranjak memulai menulis cerpen di tahun 2002. Pada akhirnya mulai menyukai menulis puisi setelah beberapa karya cerpennya di muat di media cetak. Di tahun yang sama pernah menjadi kontributor berita untuk seni dan budaya pada media cetak ‘Harian Madina’, menjadi kontributor majalah bulanan ‘Bulletin Warta’ HB Jassin dan kontributor lepas di beberapa media online di Jakarta.

Setelah beberapa tahun aktif di beberapa group teater dan pentas di berbagai kota Jakarta, Jawa, Sumatra sampai ke Bali, dan pernah bekerja juga di beberapa Production House di Jakarta sebagai Crew dan Pemain (FTI dan Sinetron Serial), kini ia lebih memilih aktif di dunia menulis. Kegiatannya di beberapa komunitas dan organisasi kesenian (sastra). Antara lain, di Masyarakat Sastra Jakarta (MSJ) 2004-2006, Koperasi Seniman Sastrawan Indonesia (KSSI) 2005-2007, Komunitas Sastra Indonesia (KSI) 2007, Tabur Sastra Balai Budaya (TSBB) tahun 2014 – sekarang, dan terakhir di Perhimpunan Sastrawan Budayawan Negara Serumpun (PSBNS) 2014 – sekarang. Ia juga kerap mengikuti acara-acara sastra baik di Jakarta maupun luar daerah, seperti seminar dan diskusi sastra, kongres satra, antara lain Pertemuan sastrawan MPU di Sanur-Bali, Pertemuan Sastrawan Perempuan Indonesia di Hotel Alia Cikini, Kongres KSI di Kudus, dsb.

Karya-karya cerpennya masuk dalam beberapa Majalah Sastra dan Harian Nasional antara lain “Bingkai Retak” dimuat di majalah ‘Aksara’ dan “Yeshua El-Ghazal’ di Harian Republika. Adapun puisi-puisinya beberapa tersebar dalam antologi bersama penyair-penyair se-Indonesia. Antara lain, Antologi Puisi ‘Surat Putih 1’ dan ‘Surat Putih 2’, Antologi Puisi ‘Negri Terluka I’, Antologi Puisi Komunitas Sastra Indonesia (KSI) ‘Perjalanan’, Antologi Puisi Koprasi Seniman Sastrawan Indonesia ‘Duka Aceh Luka Kita’, Antologi Puisi ‘Tifa Nusantara 2’ dll. Selain dalam bentuk cetak, Nuyang aktif mempublikasikan puisi-puisinya di akun resminya di media sosial bersama kawan-kawan netizen lainnya. Dan di media online, beberapa puisinya telah rilis seperti di ‘Konfrontasi.com’, ‘Gapura.com’ dll.

Menjadi Event Organizer (EO) dalam beberapa pertunjukkan teater, sastra dan launching buku-buku sastra juga masih dilakoninya, selain itu sebagai hobinya yang lain selain menulis, wanita Keturunan Chinese-Sunda ini kini menetap dan berkarya di Jakarta dan sampai sekarang masih aktif membawa berbagai acara sebagai Master of Ceremony (MC) atau tampil dalam pembacaan puisi dan perform lainnya. (gr)

TINGGALKAN KOMENTAR