DIREKTUR Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof Kacung Marijan PhD meletakkan batu pertama pembangunan Museum Situs Gua Harimau Si Pahit Lidah di kawasan Obyek Wisata Gua Puteri Desa Padangbindu Kecamatan Semidangaji Kabupaten OKU, Rabu (12/8/2015).

Fosil manusia berumur sekitar 3.000 tahun dengan panjang kerangka yang masih utuh sekitar 2 meter ini ditemukan di Gua Harimau Desa Padangbindu
Fosil manusia berumur sekitar 3.000 tahun dengan panjang kerangka yang masih utuh sekitar 2 meter ini ditemukan di Gua Harimau Desa Padangbindu (ist)

Nilai Museum Situs tersebut sebesar Rp 30 MMenurut Prof Kacung, Kabupaten OKU memiliki potensi luar biasa.

“Tidak semua daerah memiliki manusia prasejarah seperti di OKU,” kata Prof Kacung.

Hadir juga Wakapolres OKU Kompol Herie Wibowo SIK SH, Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Budaya dan Pariwisata Kabupaten OKU, Paisol Ibrahim SE MM.

Kemudian Ketua Pengadilan Agama Dra Hasna Yetti A MMA, Direktur PCBM DR Harry Widianto, Kasubdit Program dan Evaluasi Judi Wahyudin M Hum, Kasubdi Pengembangan dan Pemanfaatan Drs Dani Wigatna, dan Kasi Pemeliharaan dan Pemugaran M Natsih RM ST.

FOSIL HOMO SAPIENS DI GUA HARIMAU 

Beberapa saat sebelum menemukan fosil pithecanthopus erectus thn 1891 di trinil , Ngawi jawa timur Eugene Dubois dokter belanda sempat menelusuri jejak manusia purba di Payakumbuh ,Sumatera. Walaupun tidak berhasil ditemukan karena hanya menemukan fosil fosil hewan.

gua-harimau_reference
Penenuab manusia purba di gua harimau (ist)

Kekosongan jejak manusia di sumatera akhirnya terjawab ketika warga desa Padangbindu, semidang aji, Ogan Komering Hulu, sumatera selatan menemukan kerangka manusia di goa harimau thn 2008. Setahun kemudian Pusat Arkeologi Nasional mengekskavasi gua  tersebut dan menemukan kuburan massal Homo Sapiens.

Hingga ekskavasi ke 7 mei 2014 tim penelitian goa harimau telah mengekskavasi 78 individu homo sapiens. Selain itu ditemukan aneka peralatan seperti batu obsidian, alat tumbuk, dan logam. Goa harimau terletak di kawasan kars pegunungan bukit barisan, sumatera selatan. Dari sisi geologis tempat ini sangat cocok karena dekat sumber air, makanan, dan berada di lokasi tinggi sehingga bagus untuk pertahanan.

Akhir Mei 2014 tim peneliti mengandeng lembaga Biologi Molekuler Eijkman untuk meeliti DNA tulang homo sapiens goa harimau. Deputi Direktur Lembaga Biologi Molekuler Herawati Sudoyo bersama 2 orang stafnya mengambil langsung sampel tulang gigi dan tulang kering homo sapiens. Sampel diambil dari dua tulang itu karena kondisinya paling baik tulang gigi terlindungi email, sedangkan tulang kering yang panjang dan kompak lebih keras sehingga kondisi bagian dalam tulang tersebut masih bagus. Sampel dna kemudian diteliti urutannya dan dilihat motifnya apakah kerangka tersebut bersal dari umur pleistosen. Kalau belum menemukan hasil, sampel ini akan dikirim ke University of Caliornia Santa Cruz.

gua-harimau-di-kabupaten-oku
gua harimau di-kabupaten OKU (ist)

Menurut Herawati dna homo sapiens ini akan dicocokkan dengan dna masyarakat sekitar. Pada ekskavasi ke 6 pusat aplikasi teknologi isotop dan radiasi BATAN berhasil mengidentifikasi lapisan tanah berumur 14825 tahun di kedalaman 2 m yang menjadi lokasi tulang belulang ditemukan. (sp/berbagaisumber/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR