Ribuan peserta dengan berbagai kreasi dan atraksi akan turut ambil bagian dalam kirab budaya “Pelangi Bumi Merapi” di Jalan Pringgodiningrat hingga Lapangan Pemda Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (26/10) mulai pukul 10.00 WIB.

“Ribuan peserta kirab budaya bakal menghibur pengunjung yang datang dari berbagai penjuru dalam acara Pelangi Budaya Bumi Merapi 2014,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ayu Laksmidewi, Jumat (24/10).

Menurut dia, kirab Pelangi Budaya Bumi Merapi merupakan event tahunan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman.

“Pada tahun ini dalam penyelenggaraannya bekerja sama dengan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Sleman. Kali ini lebih dari 30 kelompok peserta bakal meramaikan kirab budaya,” ucapnya.

Ia mengungkapkan bahwa jalur kirab budaya sepanjang 3 kilometer mulai dari kawasan eks Pasar Sleman melintasi Jalan Magelang dan Jalan Pringgodiningrat serta berakhir di lapangan Pemda Sleman.

“Peserta tersebut di antaranya komunitas ‘gendruwo’ dan ‘ogoh-ogoh’ dari Kecamatan Gamping, bregada prajurit tradisional, yakni Bregada Pringgodiningrat, Bregada Mangkubumen, Bregada Kwagon, Bregada Wirosuto, dan Bregada Bathok Bolu,” imbuhnya.

Kemudian, peserta juga dari desa-desa wisata, komunitas sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, perguruan tinggi, museum, upacara adat, pelaku usaha pariwisata, hotel dan restoran yang menampilkan andong hias, gerobag hias, dan mobil hias.

“Bahkan, komunitas rias Sekar Sedah dan TNI AU Dirgantara Mandala juga akan meramaikan event ini dengan kekhasannya masing-masing,” imbuhnya.

Ayu menegaskan bahwa event tersebut dikemas dalam rangka untuk mengekspose dan menginternalisasikan potensi ragam budaya sekaligus untuk mempromosikan sektor pariwisata daerah.

“Event yang dikemas dalam bentuk kirab budaya ini merupakan wujud ekspresi kehidupan seni budaya masyarakat Sleman. Masyarakat Sleman adalah masyarakat ‘Bumi Merapi’ yang secara riil memiliki kompleksitas dan realita budaya yang masih kental dan terinternalisasi di kalangan masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan bahwa event Pelangi Budaya Bumi Merapi juga sekaligus dimaksudkan untuk memperingati Hari Batik Nasional 2 Oktober serta Hari Pariwisata Internasional 27 September.

“Diharapkan agar kemasan event seni budaya seperti halnya Pelangi Budaya Bumi Merapi ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara, sehingga pada gilirannya akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman,” terangnya. (ant/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR