Oleh: Irwan Rusdi

KERATON  Kacirebonan terlihat berbeda dari hari biasanya. Agaknya, sedang mempersiapkan sebuah hajat besar. Maka, nampak disana-sini, layaknya gadis cantik sedang bersolek. Panitia pun nampak tengah mempersiapkan sebuah pengelaran seni dan budaya khas Cirebon. Acara spektakuler ini, menarik dan bergensi.

Pagelaran pentas seni dan budaya khas Cirebon yang bertemakan ‘Cultural Evening’ ini akan diadakan pada Sabtu, 3 Mei 2014 pukul 19.00 WIB, hingga pukul 22.00 WIB di halaman dan area Keraton Kacirebonan. Pagelaran spaktakuler ‘Cultural Evening’ akan memberikan sungguhan budaya apik dan menarik bagi para turis domestik mapun turis manca negara. Sebab,
pagelaran seni budaya yang dikemas dengan keragaman budaya khas Cirebon dalam perpaduan antara seni tari dan drama.

Pagelaran ‘Cultural Evening’ yang spektakuler ini, digelar dan disuguhkan kepada masyarakat luas agar bisa menyaksikan pertunjukan kesenian secara langsung dari tiga Keraton yang ada di Cirebon sambil menikmati hidangan bersama para Sultan di Cirebon.

cultural evening

“Untuk undangan memang panitia penyelenggara membatasi sekitar 200-300 tempat duduk. Untuk menghargai hasil kreasi para seniman Cirebon yang berusaha menampilkan pertunjukan kesenian yang terbaik, maka acara ini adalah undangan berbayar,” kata Humas Keraton Kacirebonan, Ibu Sonya kepada Gapuranews Sabtu, (3/4/2014)

Pagelaran ‘Cultural Evening’ merupakan kali ketiga digelar di Kota Cirebon, Jawa Barat. Acara yang akan dipusatkan dalam area keraton Kacirebonan ini akan melibatkan ketiga keraton yang berada di Cirebon antara lain, Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman dan Keraton Kacirebonan. Masing-masing Keraton terlibat langsung dalam pagelaran ‘Cultural Evening’, dan akan menampilkan sejumlah tarian khasnya masing-masing dari Keraton tersebut.

Tari Topeng ‘Panji Madep Pat’ akan di tampilkan oleh Keraton Kasepuhan. Tari ini Adalah Gubahan dari topeng panji Slangit, oleh Sultan Sepuh XIV Keraton Kesepuhan, PRA Arief Natadiningrat, SE. Panji adalah asal kata dari pancaran jiwa, Madep pat adalah berhadapan dengan empat penjuru hidup yang disimbolkan bumi, air, angin dan api yang merupakan gambaran dari perwujudan manusia dan tingkatan spiritualnya yang disebut SEDULUR PAPAT KE LIMA PANCER. Tarian ini diiringi Oet-oetan dengan diawali pemujian dan diakhiri solawatan.

putri ong tien1

Sedangkan Tari ‘Niti Rasa’ yang akan digelar dari keraton Kanoman. Tari ini di ilhami dari Tari Bedaya Kasturun, Penggambaran Tari ini mengajarkan kepada kita untuk menjadi seorang Pemimpin atau manusia yang bisa memerangi diri sendiri. Mengaplikasikan dan kita di ajarkan untuk bersabar dan tidak tergoda oleh duniawi.

Sedangkan Keraton Kacirebon sendiri akan menampilkan tari-tarian dan drama tari diantaranya, tari ‘Manggala Yuda’, tari ‘Gandasari’ dan Seni Drama tari ‘Putri Ong Tien’. Tari ‘Manggala Yuda’. Manggala Yuda adalah pimpinan pasukan perang. Manggala Yuda berasal dari kata Manggala dan Yuda, Manggala mempunyai arti ujung tombak, sedangkan Yuda berarti perang. Tari ini merupakan penggambaran pasukan perang yang menghadap Raja atau Sultan untuk mengemban tugas serta memperlihatkan ketangkasan dan kemampuan berperang dihadapan rajanya.

Tari ‘Gandasari’ menceritakan penggambaran seorang tokoh pejuang atau prajurit wanita yang sakti mandraguna sebagai pengapit Manggala Yuda atau pimpinan perang Kesultanan Cirebon. Dengan emansipasinya dia siap dalam melaksanakan tugas berperang untuk pertahanan negara atau Kerajaan Cirebon.

Seni Drama Tari ‘Putri Ong Tien’

Dalam sejarah tercatat dengan tinta emas bahwa pada abad ke 15, Cirebon telah berdaulat penuh sebagai Negara bercorak Islam di tanah Jawa dengan tokoh sentral Syekh Syarif Hidayatullah. Bahkan nama besar Syekh Syarif Hidayatullah terdengar hingga ke negeri China. Sehingga pada tahun 1478 M ketika Syekh Syarif Hidayatullah datang mensyiarkan Islam di Kerajaan Tartar, hampir seluruh rakyat di negeri tersebut menyambut hangat kedatangan tahun 1485 M. Putri Ong Tien Nio (Nyi Ratu Rara Semanding) merupakan putri Kaisar Ong The atau Kaisar Hoong Gie dari Dinasti Ming.

putri ong tien

Drama Tari Putri Ong Tien Nio menceritakan perjalanan Syekh Syarif Hidayatullah yang terkenal sebagai ulama yang arif dan pengobatannya memenuhi panggilan Raja Ong The ke Negeri Cina, dan perjalanan Putri Ong Tien ke Cirebon hingga akhirnya menikah dengan Syekh Syarif Hidayatullah pada tahun 1481 M. (gr)

foto: Pagelaran ‘Cultural Evening’

Ingin mendapatkan Undangan hubungi:
Biro: Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan:
Reservation ticket and Hotel : Irwan Rusdi
kontak 081296559124 – 081210140448
email : irwan.rusdi@gmail.com – continuityproduction@gmail.com

TINGGALKAN KOMENTAR