Ilustrasi foto tari Kuda Lumping (ist)

PENARI Kuda Lumping hujuk kekuatan. Kali ini, senyak 3.600 seniman kuda lumping menari di Alun-Alun Temanggung, Jawa Tengah, untuk memeriahkan Hari Jadi Ke-181 Temanggung, Minggu (8/11/2015). Tarian massal tersebut berlangsung dalam apel dan pawai kuda lumping yang diikuti 120 grup kuda lumping di Kabupaten Temanggung.

Ilustrasi foto tari Kuda Lumping (ist)
Ilustrasi foto tari Kuda Lumping (ist)

Ketika Kabid Kebudayaan, Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung, Didik Nuryanto, memasuki lapangan langsung memimpin tarian kuda lumping sebelum inspektur upacara, Bupati Temanggung, Bambang Sukarno memasuki tengah lapangan.

Setelah apel dilanjutkan kirab kuda lumping yang diikuti setiap grup dari alun-alun menuju Gedung Pemuda di Kowangan, Temanggung. Apel kuda lumping ini juga diikuti para pejabat yang mengenakan dandanan wayang. Ribuan orang menyaksikan apel maupun kirab kuda lumping dengan memenuhi pinggir alun-alun maupun jalan yang dilalui kirab.

Usai apel Didik mengatakan kegiatan ini sebagai upaya pelestarian kesenian tradisional kuda lumping.

“Kegiatan ini juga untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa kesenian kuda lumping merupakan kesenian mayoritas di Temanggung,” ucapnya. Ia menyebutkan dari sekitar 1.600 grup kesenian yang ada di Kabupaten Temanggung, sebanyak 743 grup merupakan kesenian kuda lumping.

Bupati Bambang Sukarno mengatakan banyak kesenian tradisional di Temanggung, selain kuda lumping juga ada angguk, srandul, dan Bangilun.

“Pada Hari Jadi Temanggung kali ini yang ditampilkan hanya kesenian kuda lumping, tahun depan Insya Allah dari berbagai kesenian di Temanggung bakal tampil di alun-alun,” katanya. (rizal)

TINGGALKAN KOMENTAR