APRESIASI Film Indonesia (AFI) ke-4 kembali digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menggelar ajang Apresiasi Film Indonesia (AFI).

Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi mengatakan, menjadi bukti yang menegaskan pentingnya memberikan apresiasi pada budaya sinema Indonesia.

“Apresiasi atau penghargaan pada budaya sendiri, pada karya sendiri, pada sinema-sinema karya anak bangsa, sehingga pada akhirnya bisa memacu kreativitas generasi muda kita untuk memajukan dunia sinema Indonesia,” jelas Sekjen pada lauching AFI 2014, Kamis (13/8/2015).

apresiasi film indonesia-afi

Menurut Sekjen budaya sinema sesungguhnya mencakup dimensi yang luas, tak sekedar produksi film. Tetapi juga komunitas yang menghidupkan film. Festival yang merayakan film hingga kritik maupun kajian akademis yang menakar bobot sebuah film.

Dengan demikian, lanjut Didik, apresiasi bisa dimaknai sebagai pengakuan pentingnya budaya sinema dengan berbagai elemen yang saling terkait yang membentuk landskap sinema Indonesia.

Didik mengatakan perhelatan AFI 2015 yang mengambil tema Daya Budaya Sinema Indonesia, merupakan kekuatan yang mampu memberi daya hidup bagi perkembangan sinema Indonesia dan pada gilirannya ikut membentuk corak sinema Indonesia.

AFI tahun ini kata Dirjen Kesenian dan Perfilman Kemendikbu Endang Caturwati mengambil 17 kategori dengan 14 penghargaan utama. Puncak penganugerahan Piala Dewantara akan dilaksanakan 24 Oktober 2015 di Kota Makassar.
Adapun 14 penghargaan utama tersebut antara lain apresiasi film fiksi panjang, apresiasi film fiksi anak, apresiasi film fiksi pendek kategori umum, apresiasi film fiksi pendek kategori pelajar, apresiasi festival film dan sebagainya.

Sedang untuk penghargaan inspiratif terdiri atas 3 kategori yakni apresiasi Adi Karya, apresiasi Adi Insani dan kajian akademik tentang film. (gr)

TINGGALKAN KOMENTAR