MEDAN – ‘Jangan Menangis Indonesia’ menjadi pilihan penyair paling senior, Damiri Mahmud saat membaca puisi dalam acara “Penyair Baca Puisi”, Jumat (30/1) malam di Amaliun Foodcourd Medan.

Acara gaweannya Dewan Kesenian Medan dan Dinas Kebudayaan ini juga mengundang penyair dari Jakarta, Yudistira ANM Masardi.

Yudistira mengaku sangat terkejut melihat antusias penyair-penyIr Kota Medan. Menurut Yudistira hampir semua penyair mampu membacanya dengan baik.

“Luar biasa acara ini. Saya salut dan tabik kepada penyair kota medan dan tak lupa ya ucapkan terimakasih kepada Dinas Kebudayaan dan Dewan Kesenian Medan,” kata Yudistira.

Baca puisi Penyair Kota Medan ini mampu menyihir penonton, walau dilaksanakan di tengah Kota Medan diguyur hujan deras dan banjir dibeberapa tempat.

Acara yang seyogjanya ini diikuti pejabat dan legislatif, akhirnya hanya menampilkan penyair yakni, Damiri Mahmud, AS Atmadi, Idris Pasaribu, Porman Wilson, YS rat.

Kemudian, Amruzal, Patiya, Susi Suhaimi, Teja Purnama, Baharuddin Saputra, Andi Mukli, Raudah Jambak dan Idah Bunda Jibril.

Kepala Dinas Kebudayaan, Suherman sangat mengapresiasi acara baca puisi penyair Medan ini.

“Kita punya potensi seperti ini, kita akan mengagendakannya setiap tahun,” pungkas Suherman. (ahf/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR