Lima grup  teater akan ikut ambil bagian untuk memeriahkan Festival Teater Jogja 2014 yang digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, 22-24 September setiap pukul 19.00 WIB.

“Tahun ini, penyelenggaraan Festival Teater Jogja akan memasuki tahun ke enam. Tema yang diangkat adalah Multikulturalisme dalam Ruang Sosial Kini,” kata Kepala Taman Budaya Yogyakarta Diah Tutuko Suryandaru di Yogyakarta, Sabtu (20/9/2014).

Menurut dia, kelompok teater yang dijadwalkan tampil mengisi acara akan mengangkat berbagai isu sosial, budaya, politik, ekonomi dan agama yang kerap terjadi dalam masyarakat.

Kelompok teater yang akan tampil, lanjut dia, adalah kelompok yang belum pernah tampil dalam festival teater yang digelar oleh Taman Budaya Yogyakarta sebelumnya.

“Mereka juga akan saling berkompetisi,” katanya.

Lima kelompok yang dijadwalkan tampil dalam festival itu adalah Teater Blank ON akan mementaskan pertunjukan berjudul Urip Urup dan Teater Bumi Bekage dengan judul Orang-Orang Payung pada Senin (22/9).

Pada Selasa (23/9) akan tampil Teater Suwekaprabha dengan pertunjukan berjudul Cerita Nyai Soemirah dan Teater Rinengga dengan judul Pasir Menari.

Sedang pada Rabu (24/9) akan tampil Teater Kebelet dengan judul Modus Spionase dan dipungkasi penampilan eksibisi dari ISI Yogyakarta.

Setiap kelompok teater diberi selama 45 menit dan maksimal 60 menit untuk menampilkan pertunjukannya.

“Festival ini terbuka untuk umum. Masyarakat tidak akan dipungut biaya jika ingin melihat pertunjukan ini,” katanya.

Ia berharap, festival teater tersebut dapat mendorong perkembangan teater di Yogyakarta, khususnya pengembangan kelompok-kelompok teater yang masih baru.

“Kelompok teater yang masih baru perlu terus dibina dan dikembangkan sehingga memiliki kualitas yang baik. Kegitan ini juga akan semakin mengukuhkan Yogyakarta sebagai kota seni dan budaya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Teater Jogja 2014 Sri Wahyuni mengatakan, kegiatan tersebut bisa menjadi ruang apresiasi publik dan parameter perkembangan teater di Yogyakarta. (ant/gr)

Foto: Ilustrasi Teater Kebelet (ist/fb)

TINGGALKAN KOMENTAR