[dropcap color=”#888″ type=”square”]T[/dropcap]iga provinisi yakni DIY, Jawa Tengah dan Jawa Timur yang mengirimkan dutanya dalam ‘Lomba Nyinden’ yang diselenggarakan di nDalem Joyodipuran Kantor Balai Pelestaraian Nilai Budaya (BPNB) Yogyakarta, Jalan Brigjen Katamso 139 Yogyakarta. Acara ini digelar tiga hari, Senin-Rabu (15-17/09/2014).

Pangelaran lomba sinden ini mengangkat tema ‘Nyinden Sebagai Wahana Pelestari dan Apresiasi Terhadap Seni Budaya Jawa’, menghadirkan tiga dewan juri yaitu Suparto SSn dari ISI Yogyakarta, Hj Raden Ayu Supadmining Tyas SSn dari ISI Surakarta dan Drs Darmono dari Surabaya. Hadir dalam acara tersebut, Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof Kacun

Dalam acara itu, sebanyak 150 sinden tumplek ikut berlomba. Sinden ternyata tidak indentik dengan sosok yang tua, tapi dalam acara tersebut banyak juga sinden muda dan jelita. Para pesiden tampil cantik dan angun dengan busana tradisional Jawa.

Para pesiden dengan berbagai usia satu per satu sinden naik ke panggung dan menyanyikan salah satu dari dua tembang yang sudah disiapkan panitia. Dianataranya, ‘Ladrang Ayun-ayun laras Pelog Pathet Nem’ dan ‘Ladrang Eling-eling Laras Slendro Pathet Sanga’. Sebagaiamana layaknya sidden, para pesinden menynayi diiringi musik gamelan.

Acara ini merupakan kali kedua digelar oleh BPNB Yogyakarta. Sebelumnya di tahun 2013 juga pernah diadakan lomba serupa, akan tetapi masih satu provinsi saja, yakni DIY saja.
“Tahun ini wilayah kepesertaan diperluas, tidak hanya DIY melainkan juga Jawa Tengah dan Jawa Timur,” kata Kepala BPNB Yogyakarta Dra Christriyati Ariani MHum.

Kriteria penilaian meliputi teknik vokal (pleng laras, artikulasi, power), Wirasa (irama gending, laras, prenahing sinden) dan Wiraga (penampilan, kepribadian, rias/busana). Bagi pemenang diberikan piala, uang pembinaan dan sertifikat. (ib/gr)

Foto: ist

TINGGALKAN KOMENTAR